Pengaruh Krim Ekstrak Goji Berry (Lycium Barbarum) Dalam Mencegah Kerusakan Kolagen Kulit Tikus Disinari Ultraviolet-B
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
kulit yang terjadi akibat pararan sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan sel kulit memproduksi radikal bebas mengakibatkan inflamasi pada kolagen kulit. Krim tabir surya dapat mengurangi penetrasi sinar UV. Penggunaan bahan alam yang berisfat antioksidan memiliki perlindungan sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis efektifitas krim ektrak Goji berry dalam mencegah kerusakan kolagen pada kulit tikus disinari ultraviolet-B (UV-B). Penelitian ini menggunakan rancangan posttest only control grup design. Subjek 30 ekor tikus putih galur wistar yang dibagi kedalam 6 kelompok. Pertama, kelompok kontrol normal yang tidak diberikan perlakuan atau tikus sehat. Kedua, kelompok kontrol positif tikus yang diberikan krim Sun Protective Factor (SPF) 15 disinari UV-B. Ketiga kelompok kontrol negatif tikus yang diolesi base krim disinari UV-B. Keempat, kelompok yang di olesi krim ekstrak Goji Berry 4 % disinari UV-B. Kelima, kelompok yang diolesi krim ektrak goji berry 8% disinari UV-B. Keenam, kelompok yang di olesi krim ektrak goji berry 12 % disinari UV-B. Pengukuran SPF krim dengan spektrofotometri UV-Vis. Kepadatan jaringan kolagen diwarnai MassonTrichrome dan dinilai dengan software ImageJ. Analisa menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) nilai SPF dan kepadatan kolagen antar kelompok. Pemberian krim ekstrak Goji berry 12% terbukti efektif dalam mencegah degradasi kolagen akibat paparan sinar ultraviolet-B.